Museum
Louvre
|
Istana Louvre
|
|
|
Didirikan
|
1793
|
|
Lokasi
|
Palais Royal, Musée du Louvre,
75001 Paris, Perancis |
|
Jenis
|
|
|
Pengunjung
|
|
|
Direktur
|
Henri Loyrette
|
|
Kurator
|
Marie-Laure de Rochebrune
|
|
Angkutan umum
|
|
|
Situs web
|
|
(bahasa
Perancis:Musée du Louvre; bahasa
Inggris: the Louvre Museum)
adalah salah satu museum terbesar, museum seni yang paling banyak dikunjungi
dan sebuah monumen bersejarah di dunia. Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris,
Perancis. Hampir 35.000 benda dari zaman
prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di
area seluas 60.600 meter persegi.
Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du
Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di
bawah pemerintahan Philip II.
Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum. Bangunan ini
diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre yang sekarang ini. Pada
tahun 1682, Louis XIV memilih Istana
Versailles sebagai kediaman pribadi,
meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk
menampilkan koleksi-koleksi kerajaan. Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie
des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de
Sculpture. Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya.
Selama Revolusi Perancis, Majelis
Nasional Perancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk
menampilkan karya-karya bangsa.
Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan. Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti
gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Perancis. Karena masalah struktural
dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801. Jumlah koleksi
museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée
Napoléon. Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian
besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka.
Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII
dan Charles X, dan selama masa Imperium Perancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi. Koleksi
museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat
sejak masa Republik Perancis Ketiga. Pada tahun 2008, koleksi museum dibagi menjadi
delapan departemen kuratorial: Koleksi Mesir kuno, benda purbakala dari Timur Dekat, Yunani, Etruskan, Romawi, Seni Islam, Patung, Seni Dekoratif, Seni Lukis, Cetakan dan Seni
Gambar.
Museum
Louvre memiliki koleksi berjumlah lebih
dari 380,000 buah dan memamerkan 35,000 karya seni dalam delapan departemen
kuratorial.
Koleksi Mesir kuno
Departemen
ini memiliki koleksi berjumlah lebih dari 50.000 buah, termasuk diantaranya
artefak dari peradaban Sungai Nil yang memiliki penanggalan dari
4.000 tahun SM hingga abad ke-4 Masehi. Koleksinya merupakan salah satu yang
terbesar di dunia, memberikan gambaran lengkap mengenai kehidupan masyarakat Mesir pada masa Mesir kuno, Kerajaan Pertengahan Mesir, Kerajaan Baru Mesir, Seni Koptik,
dan Aegyptus (provinsi Romawi), masa Ptolemaic, dan periode Kekaisaran Romawi Timur.
Koleksi departemen ini merupakan koleksi milik kerajaan Prancis pada saat itu,
tetapi ditambah oleh Napoleon pada ekspedisi tahun 1798 dengan Dominique Vivant yang kemudian menjadi direktur Louvre. Setelah Jean-François Champollion menerjemahkan Batu Rosetta, Charles X dari Prancis mengeluarkan dekret bahwa departemen Mesir Kuno harus
dibuat. Champollion menyarankan untuk membeli tiga koleksi, yang dikumpulkan
oleh Edmé-Antoine Durand, Henry Salt dan Bernardino Drovet sehingga menambah sekitar 7.000 koleksi.Jumlah
koleksi bertambah melalui akuisisi yang dilakukan oleh Auguste Mariette, pendiri Museum Mesir di Kairo. Mariette membawa beberapa peti hasil temuan
penggalian arkeologi di Memphis,
Mesir termasuk diantaranya The Seated
Scribe atau Penulis yang sedang Duduk.
Dijaga
oleh Sphinx besar (dengan penanggalan 2.000 SM), koleksi ini
ditempatkan pada lebih dari 20 ruangan. Beberapa koleksinya diantaranya koleksi
seni, surat gulungan Papirus, mumi, peralatan, pakaian, perhiasan, permainan, alat
musik, dan senjata. Koleksi dari masa Mesir Kuno diantaranya pisau Gebel el-Arak yang berasal dari 3.400 SM, The Seated Scribe,
dan kepala Raja Djedefre. Seni masa Kerajaan Pertengahan Mesir yang terkenal dengan karya emas dan patungnya,
diwakili oleh patung dari Sekis yang menggambarkan Amenemhatankh dan patung pembawa benda pengurbanan. Seksi Kerajaan Baru Mesir dan Koptik
Mesir juga memiliki jumlah koleksi yang lengkap. Namun patung Dewi Nephthys dan penggambaran Dewi Hathor dari batu kapur menunjukkan mengenai nilai sentimen
dan kekayaan Kerajaan Baru Mesir.
Koleksi Purbakala Timur Dekat
Nike of Samothrace, marmer, berasal dari 190 SM
Koleksi
Purbakala Timur Dekat , merupakan departemen kedua yang terbaru, berasal dari
tahun 1881 dan memberikan gambaran mengenai peradaban Timur Dekat dan
permukiman pertama di daerah tersebut, sebelum kedatangan Islam. Departemen ini terbagi menjadi tiga daerah
geografis: Levant, Mesopotamia (Siria, Irak), dan Kerajaan
Persia (Iran). Koleksi departemen ini berhubungan erat dengan koleksi
hasil penelitian arkeologi seperti penjelajahan Paul-Émile Botta pada tahun 1843 ke Khorsabad dan penemuan istana Sargon II.
Museum
ini memiliki benda pameran yang berasal dari Sumeria dan Akkad, dengan beberapa monumen seperti monumen milik
Pangeran Lagash bernama Stele of the
Vultures yang berasal dari 2.450 tahun SM,
dan batu prasasti (stele) yang didirikan oleh
Naram-Sin Raja Akkadia, untuk merayakan kemenangan di Gunung Zagros. Batu Hukum Hammurabi yang ditemukan pada tahun 1901,
berukuran 2,25 meter, memberikan penjelasan mengenai Hukum Babilonia dengan sangat lengkap.
Koleksi
Persia pada museum ini berasal dari masa awal, seperti Kepala Penguburan
dan Pemanah Darius I Seksi ini juga memiliki benda langka dari Persepolis yang dipinjamkan ke British
Museum untuk pameran Persia Kuno yang
diadakan pada tahun 2005.
Koleksi Yunani, Etruskan, dan Romawi
Departemen
Yunani, Etruskan dan Romawi memajang koleksi yang berasal dari Mediterania
dengan penanggalan dari masa Neolitik hingga abad ke-6 Masehi. Koleksi ini mencakup periode Cycladic hingga
keruntuhan Kekaisaran Romawi. Departemen ini merupakan salah satu yang tertua
di Museum Louvre, dan koleksinya dimulai dengan pengumpulan koleksi oleh kerajaan,
beberapa bahkan telah dikumpulkan sejak masa Francis I. Koleksi yang difokuskan departemen ini pada awalnya
merupakan patung marmer, sepertiVenus de Milo. Karya seperti Apollo Belvedere didatangkan ketika masa perang yang dilakukan oleh
Napoleon. Namun, karya ini dikembalikan setelah kejatuhan Napoleon I pada tahun
1815. Pada abad ke-19, Louvre mulai mengumpulkan karya seperti vas dari koleksi
milik Durand, benda-benda perunggu seperti Vas Borghese dari Bibliothèque nationale.
Koleksi
masa awal departemen ini diwakili oleh perhiasan dan benda-benda dari batu
kapur seperti Lady of Auxerre dari 640 SM; dan tabung silindris Hera dari Samos yang berpenanggalan sekitar 570-560 SM.
Setelah abad ke-4 SM, fokus terhadap bentuk manusia mulai meningkat. Hal ini
terlihat dari patung Borghese Gladiator. Museum Louvre memiliki koleksi dari masa Helenistik, termasuk diantaranya Winged Victory of Samothrace
(190 SM) dan Venus de Milo, yang merupakan simbolisme karya seni klasik.
Galerie Campana memamerkankoleksi yang luar biasa mengenai tembikar
yunani yang berjumlah lebih dari 1.000 koleksi. Pada galeri yang sejajar dengan
Seine, dipamerkan koleksi museum mengenai patung Romawi. Koleksi potret Romawi milik museum ini merupakan
salah satu yang terbaik. Contoh dari koleksinya adalah potret Agrippa dan Annius Verus; contoh dari patung perunggu adalah Apollo of Piombino dari Yunani.
Seni Islam
Makam Philippe Pot, gubernur Burgundia pada masa Louis XI dari Perancis,
oleh Antoine Le Moiturier Koleksi
seni Islam merupakan departemen terbaru dari Museum Louvre, yang mencakup masa
selama 13 abad dan 3 benua. Benda yang dipamerkan oleh departemen ini adalah
keramik, kaca, benda logam, kayu, gading, karpet, tekstil dan miniatur,
termasuk diantaranya 5.000 karya dan 1.000 tembikar. Pada awalnya, museum ini
merupakan bagian dari departemen seni dekorasi, yang kemudian berpisah pada
tahun 2003. Beberapa benda yang dipajang diantaranya Pyxide d'al-Mughira,
sebuah kotak gading yang berasal adri abad ke-10 M Andalusia; Baptistery of Saint-Louis atau lebih dikenal
oleh masyarakat Indonesia dengan Pembaptisan Saint-Louis, sebuah bejana
kuningan berukir yang berasal dari abad ke-13 atau 14 M masa Kesultanan Mamluk (Kairo); dan Shroud of Saint-Josse atau Kain kafan
Saint-Josse yang berasal dari abad ke-10 M Iran. Koleksi departemen ini juga diantaranya adalah tiga
halaman Shahnameh, merupakan buku puisi karangan Ferdowsi yang ditulis dalam bahasa Persia, dan benda logam bernama Vas Barberini.
Koleksi Seni Pahat
Panel kaca berwarna Perancis, Abad
ke-13 Masehi, menggambarkan Santo Blaise
Departemen
Seni Pahat mengkhususkan diri terhadap karya yang dibuat sebelum tahun 1850 dan
tidak termasuk ke dalam departemen Yunani, Etruskan dan Romawi.Museum Louvre merupakan tempat penyimpanan material
pahatan sejak lokasi museum tersebut masih berfungsi sebagai istana; namun
hanya karya kuno yang dipajang hingga tahun 1824, kecuali karya Michelangelo yang berjudul Dying Slave dan Rebellious
Slave. Pada awalnya, jumlah koleksi museum hanya berjumlah 100 buah, sisa
dari koleksi patung kerajaan diletakkan di Versailles. Koleksi ini tetap
berjumlah sedikit hingga tahun 1847, ketika Léon Laborde diberikan kekuasaan
untuk mengontrol departemen Seni Pahat. Laborde mengembangkan seksi Abad
Pertengahan dan membeli beberapa patung dan pahatan untuk menambah koleksinya,
seperti Childebert I dan stanga door. Koleksi ini merupakan
bagian dari Departemen Purbakala tetapi koleksi tersebut diberikan status
mandiri pada tahun1871 dalam masa kepemimpinan Direktur Louis Courajod, yang
mengorgaanisasi koleksi untuk mengkhususkan terhadap karya Perancs.[Pada tahun1986, semua hasil karya setelah tahun 1850
dipindahkan ke museum baru bernama Musée d'Orsay. Sebuah proyek bernama The
Grand Louvre atau Louvre Agung, memisahkan departemen ini menjadi dua lokasi
pameran. Koleksi seni pahat Perancis dipamerkan pada sayap Richelieu, dan karya
seni asing pada sayap Denon.
Seni Dekoratif
Mona Lisa, (Leonardo da
Vinci), 1503–19, kemungkinan diselesaikan
ketika Leonardo berada dalam istana milik Francis I dari Perancis.
Departemen
Seni Dekoratif (bahasa Perancis: 'Objets d'art' memiliki cakupan koleksi sejak abad pertengahan
Eropa, hingga pertengahan abad ke-19 Masehi. Departemen ini pada awalnya
merupakan bagian dari departemen seni pahat. Beberapa koleksi yang paling
berharga diantaranya vas dan benda perunggu pietre dure. Koleksi Durand pada tahun 1825 menambahkan keramik,
porselin yang dilapis dan kaca berwarna, selain itu sekitar 800 buah tambahan
koleksi diberikan oleh Pierre Révoil. Karena meningkatnya ketertarikan pada
aliran romantisme, hal ini membuat karya seni renaisans dan abad
pertengahan, dan donasi dari Sauvageot menambah
jumlah koleksi museum dengan 1.500 karya seni abad pertengahan dan Tembikar glasir bening.
Pada tahun 1862, koleksi Campana menambahkan perhiasan emas dan Tembikar glasir
timah yang kebanyakan berasal dari abad ke-15 dan 16 Masehi.
Hasil
karya seni yang dipajang di lantai pertama Sayap Richelieu dan Galeri Apollo,
yang diberi nama oleh pelukis Charles Le Brun, yang ditugaskan oleh Louis XIV
Raja Matahari) untuk mendekorasi ruangan dengan tema matahari. Koleksi abad
pertengahan termasuk diantaranya mahkota yang
digunakan pada acara kenaikan tahta Louis XIV dari Perancis,
tongkat kerajaan Charles V, dan vas porphyry yang
berasal dari abad ke-12 Masehi. Koleksi ruang penyimpanan benda seni renaisans termasuk diantaranya karya perunggu Giambologna Nessus
and Deianira dan permadani dinding Maximillian's Hunt. Koleksi yang
terkenal dari periode setelahnya adalah kolesi vas Sèvres milik Madame de Pompadour dan apartemen
milik Napoleon III dari Perancis.
Pada
bulan September 2000, Museum Louvre mendedikasikan Galeri Gilbert Chagoury dan Rose-Marie Chagoury untuk memajang koleksi
permadani dinding yang disumbangkan oleh keluarga Chagoury, termasuk
diantaranya satu set (6 bagian) permadani dinding dari abad ke-16 Masehi, yang
dijahit dengan benang emas dan perak merepresentasikan keabadian lautan, yang
dibuat di Paris untuk Colbert de Seignelay, Sekretaris Angkatan Laut Negara.
Lukisan
Koleksi
lukisan Museum Louvre berjumlah lebih dari 7.500 buah yang berasal dari abad ke-13 Masehi hingga tahun 1848
dan diatur oleh 12 kurator. Hampir dua per tiga dari keseluruhan koleksi
merupakan hasil karya pelukis Perancis, dan lebih dari 1.200 karya merupakan
hasil pelukis Eropa Utara. Lukisan Italia mendominasi koleksi milik Francis I
dan Louis XIV, beberapa lainnya merupakan karya seni yang belum dikembalikan
sejak masa Napoleon, dan beberapa lainnya merupakan hasil pembelian. Koleksi
milik Francis I, kebanyakan merupakan koleksi yang didapat dari pelukis Italia
terkenal seperti Raphael dan Michelangelo, dan membawa Leonardo da Vinci ke istananya. Setelah Revolusi
Perancis, koleksi kerajaan menjadi inti dari
Louvre. Ketika stasiun kereta d'Orsay diubah menjadi Musée d'Orsay pada tahun 1986, koleksi museum dibagi, dan hasil
karya yang dibuat setelah tahun 1848 dipindahkan ke museum yang baru. Karya
seni yang dihasilkan oleh pelukis Perancis dan Eropa Utara diletakkan di sayap
Richelieu dan Cour Carrée; sedangkan pelukis Spanyol dan Italia
diletakkan pada lantai pertama sayap Denon.
Beberapa
karya terbaik milik museum telah didigitalisasi oleh Pusat Riset dan Restorasi
Museum Prancis.
Cetakan dan Seni Gambar
Istana Louvre dan Piramida kaca
Louvre, yang selesai dibangun pada tahun 1989.
Departemen
Cetakan dan Seni Gambar lebih memusatkan terhadap karya yang dilakukan di atas
kertas. Asal dari koleksi museum in merupakan karya yang terdapat di koleksi
kerajaan (Cabinet du Roi) yang berjumlah 8.600 buah, yang bertambah
dengan pembelian yang dilakukan oleh negara, seperti pembelian 1.200 koleksi
Fillipo Baldinucci pada tahun 1806, dan donasi. Deaprtemen ini dibuka pada 5 Agustus 1797 dengan 415
buah koleksi yang dipajang di Galerie d'Apollon. Koleksinya dibagi
menjadi tiga seksi: inti, Cabinet du Roi, 14.000 pelat cetakan tembaga,
dan donasi dari Edmond de Rothschild, termasuk diantaranya 40.000 cetakan, 3.000 gambar,
dan 5.000 buku bergambar. Lokasi pameran diadakan di Pavillon de Flore;
karena rapuhnya bahan kertas, hanya beberapa saja yang dipajang dalam satu
waktu.






This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteLainnya Mba :v
ReplyDeleteBagus......
ReplyDeleteJangan pernah lupakan sejarah, karena sejarah adalah fakta untuk lebih maju.
Luar biasa :v
ReplyDeletetq:)
Deletekeren Mai, terus berkreasi buat blognya ...
ReplyDeletesiapp...
Deletewidiiiiw lanjutkan:v
ReplyDeleteokesippp
Delete